Gaya Hidup Tak Sehat Bisa Picu Perlemakan Hati

, Jurnalis
Jum'at 03 Juli 2020 17:16 WIB
Makanan lezat berlemak (Foto: Mumbling Mommy)
Share :

Seperti dilansir Sindo News, pada hati yang berlemak terlihat berwarna putih pucat daripada ginjal sementara warna yang sehat merah. Ia melanjutkan, penderita biasanya memiliki gaya hidup tidak sehat seperti makan makanan tinggi lemak, kurang makan sayur, makan makanan tinggi kalori, dan diperparah dengan kurang gerak, obesitas, dan faktor genetika.

"Perlemakan hati bagian dari sindrom metabolisme. Tidak jarang orang dengan perlemakan hati bukan mengeluh karena penyakitnya, tapi waktu medical checkup memang ditemukan fatty liver," terang dr. Irsan.

Setelah lemak terdeteksi, nantinya dokter menyarankan pemeriksaan lanjutan, dan terapi terutama perbaikan gaya hidup karena lemak ini berkaitan dengan gaya hidup seperti pola makan. Agar lemak di hati tak menyebabkan komplikasi seperti peradangan hati, kegagalan hati dan kanker hati, dokter akan menyarankan perbaikan gaya hidup seperti mengatur pola makan, olahraga, menurunkan berat badan dan pemberian obat antioksidan.

Baca juga: Sosok Agnes Jennifer Hebohkan KPK, Tampil Cantik saat Diperiksa

Adapun hepatoprotektor (obat yang memberikan perlindungan pada hati) yang diberikan, dikatakan dr. Irsan bukanlah terapi utama atau bukan peluruh lemak. "Obat ini sifatnya antiradang, antioksidan untuk memperbaiki membran sel hati," kata dokter yang tergabung dalam Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) ini.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya