Di tengah pandemi Covid-19 semua orang fokus mencegah terkena virus corona. Namun kewaspadaan terhadap Covid-19, hendaknya tetap diiringi dengan komitmen pola hidup sehat demi mencegah Penyakit Tidak Menular (PTM), salah satunya perlemakan hati non alkohol.
Seperti PTM lainnya, perlemakan hati non alkohol amat erat kaitannya dengan gaya hidup. Ini adalah kondisi di mana ada terlalu banyak lemak yang tersimpan dalam sel-sel hati, namun ini terjadi pada orang yang bukan peminum alkohol ataupun hanya minum sedikit alkohol.
Jika sel lemak di hati sudah lebih dari lima persen, maka individu tersebut dikatakan mengalami perlemakan hati.

Seperti dilansir dari Sindo News, di Indonesia, prevalensi penderita perlemakan hati non alkohol adalah sebesar 30%. Perlemakan hati non-alkohol merupakan bentuk penyakit yang berpotensi serius, ditandai oleh peradangan hati berat (yang dapat berkembang menjadi luka dan kerusakan yang tidak dapat disembuhkan).