Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilakukan pemerintah guna menekan pandemi Covid-19 berdampak besar pada pengeluaran para karyawan. Apalagi karyawan yang suka naik ojek online (ojol).
Dengan ditutupnya aplikasi ojol untuk mengangkut penumpang, mereka terpaksa naik taksi online. Ini membuat beban pengeluaran menjadi membengkak selama PSBB.
Seorang karyawan swasta, Rangga mengeluhkan pengeluaran untuk naik taksi online yang sangat mahal selama masa PSBB. "Selama PSBB ongkos ke kantor naik gila-gilaan, makanya jangan kelamaan," katanya, Selasa (9/6/2020).
Rangga mengaku ongkos transpornya per hari yang biasanya hanya mencapai Rp30 ribu, selama PSBB naik jadi 3 kali lipat. "Gila gede banget kan."
Baca juga: Dewi Ngaku Lebih Takut Naik KRL daripada Ojol di Tengah Pandemi Covid-19
“Biaya pulang yang rada mahal tergantung kondisi juga. Biasanya Rp40 ribu, tapi kalau hujan tiba-tiba taksi online ongkosnya naik menjadi Rp50 ribuan. Kadang suka minta izin sama bos di kantor buat WFH," curhat Rangga.
(Dyah Ratna Meta Novia)