Cerita Mahasiswi Indonesia Soal Kondisi Taiwan ketika Pertama Kali Terdampak Covid-19

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis
Minggu 07 Juni 2020 15:15 WIB
Kondisi masyarakat di Taiwan (Foto : Istimewa)
Share :

“Bahkan kalau masuk ke toko, didepan sudah ada. Pegawai toko yang tugasnya cek suhu tubuh sama nyemprotin alkohol buat cuci tangan. Kalau di kampus pada setiap sudut kampus dan di kelas disediakan penyemprot alkohol otomatis.‭ ‬Selain itu demand masker mulai meningkat sehingga pemerintah mengatur penjualan masker,” lanjutnya.

(Baca Juga : Curhat Seorang Karyawan Habiskan Rp90 Ribu Per Hari untuk ke Kantor saat PSBB)

Terbukti dengan segala upaya yang dilakukan oleh pemerintah serta kesadaran masyarakat yang tinggi, Taiwan akhirnya bisa mengatasi pandemi ini dengan baik. Pada 5 Juni 2020, Ministry of Health and Welfare menyatakan bahwa Taiwan sudah mencapai 54 hari tanpa penyebaran lokal Covid-19 alias zero cases.

“Mayoritas kasus dari foreigner yang masuk ke Taiwan atau orang-orang lokal yang pulang ke Taiwan. Untuk saat ini Alhamdulillah sudah membaik, kalau dikelas tidak perlu cek suhu tubuh. Tapi diimbau untuk tetap menggunakan masker dan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” sambungnya.

Talitha mengatakan saat ini tidak ada lockdown. Masyarakat bisa makan di tempat dan beraktivitas seperti biasa. Misalnya berangkat kuliah, belanja atau mencari makanan.

(Helmi Ade Saputra)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya