Hari Lingkungan Hidup, Rebrick Buktikan Produk Daur Ulang Punya Kualitas

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Jum'at 05 Juni 2020 23:14 WIB
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Share :

SAMPAH plastik memang menjadi salah satu perusak lingkungan yang cukup besar. Indonesia sendiri, tercatat memproduksi 7.300 ton sampah atau 175 ribu ton per hari.

Bahkan, jika ditotal dalam satu hari jumlah itu bisa menimbun Stadion Gelora Bung Karno. Sumbangan sampah plastik di Indonesia mencapai 14 persen, sampah kertas 9 persen dan 17 persen merupakan sampah lainnya, seperti karet dan logam.

Salah satu founder Rebricks, Tan Novita, mengatakan sebenarnya sampah plastik tersebut bisa diubah menjadi bahan berguna seperti paving block.

Tapi, untuk bisa menghasilkan satu buah paving block, sampah kemasan yang dibutuhkan jumlahnya bisa mencapai 20 sachet. Jadi, untuk 1 meter batu bata, sampah yang dibutuhkan bisa mencapai 880 sachet.

Selain itu, produk tersebut tidak boleh menimbulkan polusi baru. Polusi ini berupa asap hasil pembakaran sampahnya.

View this post on Instagram

Kita lagi mengumpulkan sampah plastik sachet di toko makanan/warung indomie, dekat dengan tempat tinggal kita. Yoshhh! Salam rebricks. #sayapilihbumi #normalinyuk #zerowaste #sustainabilitystartswithyou #noplastic #socialmovement #daurulangsampah #rebrick #ecobrick #ecobrickjakarta #greenbrickjakarta #greenbrick #protectenvironment #lindungibumi #rebricks #ecobricks #ecobriksjakarta

A post shared by rebricks (@rebricks.id) on

Dengan adanya Rebricks ini, Novi dan Ovy berharap agar tercipta kultur baru di tengah masyarakat. Tidak ada lagi anggapan bahwa produk daur ulang itu tak bisa diandalkan dan mahal.

"Kami berharap sekali Rebricks bisa berjalan dan laku di pasaran, sehingga sampah plastik sachet ini bisa berharga. Dan kemudian, Rebricks bisa membeli sampah plastik sachet ini," kata dia kepada Okezone.

Novi menambahkan, dia pun berharap agar paving block ramah lingkungan seperti Rebricks bisa diterima luas di masyarakat. Sebab, jika permintaan produk meningkat maka dengan sendirinya Rebricks akan mampu mendaur ulang lebih banyak sampah plastik.

"Kami sejauh ini masih made by order atau sesuai pesanan saja. Kami berharap, ke depannya produksi ramah lingkungan bisa diterima masyarakat dan tidak ada lagi anggapan bahwa produk daur ulang tidak berkualitas," harap Novi.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya