BANYAK dari kita menganggap plastik bekas seperti kemasan mi instant atau bungkus kopi adalah sampah yang hanya bisa dibuang. Tapi, siapa sangka banyak hal yang bisa diciptakan dari sampah-sampah tersebut termasuk Paving block atau yang biasa disebut conblock.
Nah, di hari Lingkungan Hidup Sedunia atau World Environment Day (WED) ini Okezone pun membahas soal barang yang dibuat dari sampah plastik tersebut.
Dijelaskan salah satu founder Rebricks, Tan Novita, ada syarat agar produk tersebut bisa ramah lingkungan, yakni Pertama adalah tidak menimbulkan polusi baru. Polusi ini berupa asap hasil pembakaran sampahnya.
Kemudian, produksi batu bata ramah lingkungan ini sudah bisa dikerjakan dalam jumlah yang sangat besar (mass production). "Kalau per hari, kami sudah bisa produksi 100 meter batu bata," terang Novi kepada Okezone.
Nah, keunggulan lainnya dari batu bata Rebricks ini ialah harganya yang tak jauh berbeda dengan batu bata di pasaran.
"Kami sadar ini untuk benar bener berkontribusi terhadap lingkungan, produk kami harus berkualitas dan mempunyai harga yang bersaing, sehingga masyarakat tidak segan menggunakan produk ini" papar Novi.
Perlu Anda ketahui, untuk bisa menghasilkan satu buah paving block, sampah kemasan yang dibutuhkan jumlahnya bisa mencapai 20 sachet. Jadi, untuk 1 meter batu bata, sampah yang dibutuhkan bisa mencapai 880 sachet.
Novi menjelaskan, masyarakat sangat antusias mengirimkan sampah plastik mereka ke Rebricks dengan sukarela, Hal ini dinilai sebagai meningkatnya perubahan perilaku memilah sampah plastik yang dimulai dari rumah tangga. "Jadi, ya, mereka yang mengirimkan sampah tidak ingin imbalan. Bahkan, ada yang ngasih dari luar Pulau Jawa,” terang Novi.
Nah, jika Anda ingin ikut memberikan sampah sachet, cara mengirim sampah kemasan ke Rebricks dengan cara:
1. Sampah plastik multilayer atau sachet, plastik minyak, beras, keresek, mi instan, dan masih banyak lagi.
2. Kondisi sampah harus bersih dan kering.
3. Kirim sampah plastik kemasan ke alamat:
- Jalan Ciputat Raya Nomor 79, Pondok Pinang, Jakarta Selatan
- Jalan Karet Pedurenan, RT 3/RW 4, Kuningan, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan.
(Martin Bagya Kertiyasa)