Seorang ibu lain bermarga Chen mengatakan, ia mulai khawatir ketika dahi anaknya mulai bengkak setelah mengonsumsi susu tersebut, lapor Hunan TV.
Tidak jelas sudah berapa lama susu formula palsu itu diberikan kepada bayi-bayi ini, tetapi yang pasti kondisi tubuh kelima bayi ini sekarang sangat memprihatinkan. Mereka sangat kurus, kerdil, dan kekurangan vitamin D.
Terkait dengan sudah berapa lama susu diberikan, seorang ibu coba mengungkapkan kisahnya. Menulis di aplikasi berita Toutiao, ia mengaku sudah memberikan bayinya susu formula palsu tersebut sejak enam bulan lalu, sebelum akhirnya dokter menyarankan untuk mengganti susu tersebut.
"Enam bulan berlalu, saya menemukan bayi saya tidak tumbuh dan tidak bisa berjalan pada usia 18 bulan," tulis si ibu. "Sekarang aku sadar bahwa bayiku minum susu formula palsu. Aku khawatir akan ada masalah kesehatan di masa depan," sambungnya.
Sementara itu, otoritas pasar setempat mengatakan akan mengatur pemeriksaan kesehatan gratis dan perawatan medis untuk semua anak yang terdampak dari susu formula palsu ini. Laporan mereka juga menjelaskan, tak ada dokter dari institusi medis yang terlibat dalam dugaan penjualan.
Di sisi lain, toko 'Chain Love Baby' membeli susu formula palsu tersebut dari Hunan Waverock Health Products yang berbasis di Changsha dan menjual semuanya pada Oktober 2019, lapor situs Jiemian.com.
Seorang karyawan Waverock angkat bicara. Menurut dia, produk itu ditandai dengan jelas dan perusahaan tidak secara salah mengiklankan produk tersebut sebagai minuman protein bukan susu formula untuk bayi.
Kasus-kasus ini terjadi 12 tahun setelah skandal susu yang menewaskan enam bayi dan sekitar 300.000 orang sakit karena minum susu formula yang dicampur dengan melamin, bahan kimia beracun yang digunakan untuk membuat plastik.
Pada 2003, di Fuyang, Anhui, 13 bayi meninggal dan 171 bayi membutuhkan pertolongan serius setelah diberi susu formula di bawah standar.
(Helmi Ade Saputra)