Fakta yang bisa dilihat, sambung dr Parikh, pada kasus Tom Hanks. Ya, setelah ia mengunjungi Australia pada musim panas, ia malah terinfeksi virus corona. Kasus COVID-19 di wilayah seperti California Selatan dan Florida pun cenderung tinggi.
Studi sebelumnya pun telah mengingatkan untuk tidak serta merta percaya kalau sinar matahari benar-benar bisa membunuh virus corona. Dikatakan Qasim Bukhari, ketua peneliti MIT, 90% dari transmisi COVID-19 terjadi antara 37,4 hingga 62,6 derajat celsius.
"Menjadi kesalahan bagi masyarakat untuk percaya bahwa suhu hangat dan sinar matahari saja akan memberantas penyakit ini," ungkapnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)