Dampak Pandemi Virus Corona, Ribuan Gajah Kelaparan

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis
Rabu 29 April 2020 11:51 WIB
Gajah kondisinya memprihatinkan (Foto: World Animal Protection)
Share :

Industri pariwisata yang memanfaatkan gajah terdampak paling besar selama pandemi virus corona COVID-19. Industri pariwisata ini selama ini bergantung pada jumlah wisatawan yang datang berkunjung karena mereka harus menyediakan makanan dan obat-obatan yang dibutuhkan oleh para gajah.

Tanpa adanya pemasukan uang dari wisatawan akibat pandemi virus corona, maka gajah akan menghadapi risiko kekurangan gizi dan kelaparan yang bisa berakibat fatal.

Sekitar 85 kamp gajah yang terletak di Thailand Utara telah dipaksa untuk tutup akibat kekurangan dana. Alhasil mereka kehabisan anggaran dan membuat sekitar 2.500 ekor gajah berjuang hidup tanpa mendapat makanan yang layak. Hal ini diungkapkan oleh aktivis World Animal Protection, Katheryn Wise.

 

“Ini adalah kekejaman yang tak terlihat, tetapi keinginan wisatawan untuk menunggang gajah, memberi makan mereka, memandikan mereka telah membuat lebih banyak gajah dibiakkan di penangkaran atau ditangkap dari alam liar untuk memenuhi kebutuhan ini,” terang Wise, Rabu, (29/4/2020).

Dilansir dari Uniland, Wise mengatakan, kondisi para gajah saat ini sangat memperihatinkan. Mereka membutuhkan banyak bantuan daripada sebelumnya.

Gajah-gajah berisiko kekurangan gizi, kelaparan, dan bahkan kematian. Ribuan gajah hidup di penangkaran untuk memberikan hiburan bagi para wisatawan yang sering bepergian ke tempat seperti Thailand dan Bali.

Meski memiliki kesempatan untuk membangun hubungan yang dekat dengan hewan-hewan eksotis, namun efek samping dari kondisi tersebut adalah mereka sangat bergantung dengan perawatan yang diberikan manusia.

Tanpa adanya uang yang masuk maka para gajah ini tidak dapat menerima makanan dan perawatan yang baik.

Lebih menyusahkan, Thailand saat ini sedang memasuki periode terpanas tahun ini. Kondisi ini membuat gajah tidak memiliki akses untuk mencari dedaunan alami sehingga mereka harus mencari makanan lain.

Seekor gajah dapat memakan 10 persen dari berat tubuhnya setiap hari. Itu berarti 400 kilogram rumput, daun, buah dan sayuran. Makanan tersebut harus dibeli dan diangkut ke tempat-tempat penangkaran.

Dibutuhkan hampir USD120 atau sekira Rp1,8 juta untuk memberi makan satu ekor gajah selama seminggu. Biaya tersebut diluar suplemen, obat-obatan dan biaya dokter hewan serta biaya penyelenggaraan.

“Gajah-gajah ini telah melalui begitu banyak kondisi yang tergantung pada manusia. Sekarang mereka berada dalam situasi di mana sepenuhnya bergantung pada manusia," ujar Wise.

Mereka, lanjut Wise, tidak bisa dilepas kembali ke alam liar karena sudah terlalu lama dibesarkan di penangkaran. "Kami harus bertanggung jawab atas gajah-gajah yang ditangkap sehingga kami sangat membutuhkan bantuan Anda."

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya