PANDEMI Covid-19 masih terjadi.Pasien positif Covid-19 pun terus bertambah setiap hari. Sudah hampir dua bulan kita menjalani aktivitas di rumah (Work from Home) untuk membatasi dan mengurangi penyebaran virus Covid-19 lebih luas lagi di tengah masyarakat. Kalaupun harus keluar rumah, kita diwajibkan memakai masker, menjaga jarak (physical distancing), serta rutin mencuci tangan.
Dengan adanya kebijakan work from home, tentu saja masyarakat tetap bisa produktif dan lebih banyak waktu bersama keluarga. Meski stay at home, bukan berarti aktivitas di rumah akan berkurang. Seperti halnya seorang ibu, sebut saja namanya Rina.Ibu dua anak ini memiliki dua anak.Satu berusia 4 tahun dan kedua berusia 8 bulan.
Saat bekerja, biasanya anak dititipkan kepada baby sitter atau di daycare.Pemberian ASI untuk kedua anaknya ketika masih bayi pun terbatas.Pertama, karena dia harus bekerja dan kedua karena ASI nya tidak lancar.
Pada saat masa stay at home seperti saat ini, Rina yang biasanya pergi meninggalkan rumah untuk bekerja, seperti tampak kewalahan mengurusi rumah, kedua anak, dan suaminya. Biasanya, ketika berada di rumah, Rina ingin memiliki waktu yang berkualitas untuk keluarganya. Tetapi tidak dalam kondisi Work From Home.
Ibu di rumah, anak di rumah, tapi tenaga dan pikiran untuk pekerjaan kantor. Stres pun melanda. Rina merupakan salah satu contoh wanita yang berkerja dan harus mengurus kedua anaknya.Di luar itu, tentu banyak wanita yang mengalami hal serupa.