Lebih Banyak Pasien yang Meninggal setelah Minum Hydroxychloriquine

Pradita Ananda, Jurnalis
Kamis 23 April 2020 09:13 WIB
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Share :

Dikatakan lebih lanjut, penelitian ini meski berskala nasional, tapi bukan percobaan yang keras. Ini merupakan penelitian tentang hydroxychloroquine (dengan atau tanpa azithromycin) terbesar sejauh ini, untuk melihat potensinya sebagai pengobatan kepada pasien corona COVID-19.

Para peneliti sendiri tidak melacak efek samping, tetapi mencatat petunjuk bahwa obat hydroxychloroquine, kemungkinan bisa merusak organ lain dalam tubuh. Obat ini telah lama diketahui memiliki potensi efek samping yang serius, termasuk mengubah detak irama jantung, sehingga menyebabkan kematian mendadak.

Senada dengan penelitian di atas, pada awal April 2020 ini para ilmuwan di Brasil diketahui telah memberhentikan studi pemakaian obat hydroxychloroquine. Karena satu grup pasien dosis tinggi, terjadi masalah detak irama jantung.

(Dewi Kurniasari)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya