OBAT hydroxychloroquine yang sebelumnya dikenal sebagai obat malaria, sekarang ini mendapat sorotan dari banyak pihak. Karena obat itu disebut-sebut sangat potensial untuk menangani pasien corona COVID-19.
Terjadilah pro dan kontra di kalangan para ahli akan manfaat obat hydroxychloroquine tersebut. Misalnya saja dari studi besar yang dilakukan para peneliti di rumah sakit veteran di Amerika Serikat, disebutkan bahwa obat malaria hydroxychloroquine ini, ternyata tidak menunjukkan adanya manfaat untuk pasien corona COVID-19.
“Dalam studi penelitian ini kami menemukan tidak ada bukti bahwa penggunaan obat hydroxychloroquine, entah itu dengan atau tanpa azithromycin, dapat mengurangi risiko ventilasi mekanik pada pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit,” ujar para peneliti, seperti dikutip Foxnews, Kamis (23/4/2020).
Penelitian yang diterbitkan dalam medRxiv, diketahui telah mengevaluasi data dari 368 orang pasien corona COVID-19. Studi yang dibiayai oleh hibah dari National Institutes of Health dan University of Virginia ini, juga sebenarnya belum ditinjau ulang.