Nah, walaupun tutup, rupanya masih ada satu atau dua warga yang datang. Pengelola agrowisata pun tetap mengizinkan mereka masuk, karena dinilai tidak tidak menimbulkan kerumuman warga, yang berpotensi menjadi media penularan COVID-19.
Akhirudin (30) warga Ngrampal, merasa beruntung diizinkan masuk agrowisata petik kelengkeng itu bersama satu temannya. “Kebetulan saya datang hanya berdua sehingga bisa dibolehkan masuk. Ini kali kedua saya datang ke sini. Rasanya menyenangkan bisa makan buah kelengkeng langsung dipetik dari pohonnya,” papar Udin.
(Dewi Kurniasari)