Kisah Ibu Hamil Positif COVID-19 yang Bangun dari Koma Lahirkan Bayi Sehat

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Selasa 14 April 2020 16:00 WIB
Bangun dari koma ibu hamil pasien Covid-19 lahirkan bayi (Foto : Nypost)
Share :

Mungkin Angela Primachenko bakal menjadi sejarah dalam kehidupan ini setelah dirinya dinyatakan koma akibat COVID-19 dan bisa bangun kembali. Pengalamannya ini menjadi bukti, pasien COVID-19 dapat sembuh dan itu bukan hal yang mustahil.

Luar biasanya lagi, bangunnya Angela dari koma akibat COVID-19 disambut kelahiran bayi yang dia kandung. Ya, perempuan berusia 27 tahun ini dinyatakan positif COVID-19 saat kandungannya sudah berusia 33 minggu. Gejala yang dia alami demam tinggi.

Kemudian ia terpaksa menjalani proses perawatan intensif di rumah sakit Legacy Salmon Creek Medical Center untuk mempertahankan kehidupannya dan janin yang sebentar lagi ia lahirkan.

Berdasar laporan New York Post, Angela hanya bisa pasrah saat tahu dirinya dinyatakan positif COVID-19. Ia pun sudah cukup ikhlas jika janin yang dikandung tak akan selamat.

Namun, kekhawatiran itu berubah menjadi harapan setelah dirinya mendapat perawatan intensif di rumah sakit dan mendapat dukungan luar biasa baik dari suami, keluarga, dokter, pun tenaga medis yang merawatnya.

"Tidak ada yang menyangka kalau saya memiliki penyakit COVID-19, karena itu saya tidak berharap bisa melahirkan anak saya ini," ceritanya saat pertama kali datang ke rumah sakit.

Beberapa hari dirawat, dia dinyatakan koma. Di saat koma itu, ternyata terjadi kontraksi dan petugas medis yang merawatnya berhasil menangkap sinyal itu dan segera melakukan tindakan persalinan. Dalam kondisi koma, Angela melahirkan bayi perempuan sehat.

"Saat tersadar dari koma, tepatnya pada 6 April, 5 hari setelah melahirkan, aku merasa tak sakit perut lagi dan saat ku pegang perut, kandungan itu sudah tak ada," ungkapnya.

Kemudian tim medis yang merawatnya menjelaskan kalau dia sudah melahirkan bayi perempuan dengan selamat dan kondisi bayi tersebut sangat sehat. Angela tak menyangka semua itu terjadi, dia sangat bahagia.

Angela pun diizinkan pulang pada Sabtu kemarin (11/4) namun belum boleh menggendong bayinya untuk meminimalisir paparan virus. Angela mesti menjalani situasi ini selama dua minggu, karena itu dia hanya bisa memantau bayinya lewat video call dan beberapa foto yang berhasil diabadikan pihak rumah sakit.

Meski begitu, Angela sangat bersyukur dan merasa apa yang ia alami adalah keajaiban yang sungguh nyata. Ia tak menyangka, status positif COVID-19 dan koma karena penyakit itu tetap bisa melahirkan bayi dengan selamat dan sang bayi dinyatakan sehat.

"Bayi itu aku diberi nama Ava yang artinya napas kehidupan. Dia sangat berarti bagiku, dia adalah napas baru dalam hidupku," kata Angela menceritakan bayi mungilnya tersebut.

(Helmi Ade Saputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya