Menambahkan, Patricia Foster, PhD, seorang ahli mikrobiologi dan profesor emerita biologi di Universitas Indiana, melihat hubungan antara penyakit usus seperti norovirus dan golongan darah. "Norovirus memiliki alasan biologis yang jelas mengapa golongan darah akan membuat perbedaan," katanya.
"Norovirus benar-benar menggunakan gula pada permukaan sel untuk menempelkan dirinya pada sel," tambah dia.
Secara umum, orang yang tidak membuat antigen H1 dan mereka yang memiliki darah tipe B cenderung akan resisten, sedangkan orang dengan golongan darah A, AB, atau O akan cenderung sakit.
"Kami tidak akan tahu apa yang harus dilakukan tentang informasi ini untuk mencegah atau mengobati infeksi," kata Cushman.
(Dewi Kurniasari)