Sementara untuk penelitian tentang SARS menemukan bahwa mengekspos virus ke UVA selama 15 menit, tidak berdampak kemampuan virus itu untuk menginfeksi. Namun, penelitian ini tidak melihat paparan yang lebih lama, atau UVB, yang diketahui dapat lebih merusak materi genetik.
Sebaliknya, virus lain mungkin memberikan beberapa petunjuk. Di Brasil, peneliti menemukan bahwa jumlah kasus flu cenderung meningkat selama musim pembakaran. Ketika ada lebih banyak asap di atmosfer dari kebakaran hutan, sinar UV akan terganggu.
Studi lain menemukan bahwa semakin lama partikel flu terpapar sinar matahari, pasti akan semakin terkonsentrasi dan semakin kecil kemungkinannya untuk tetap menular. Sayangnya, penelitian itu mengamati flu yang melayang di udara, bukannya yang sudah mengering pada benda.