JIKA sinar ultraviolet C (UVC) disebut dapat mematikan virus corona, lalu bagaimana dengan peran sinar utraviolet A (UVA) dan ultraviolet B (UVB)? Aoakah memiliki fungsi yang sama?
Selama ini sinar UVC kerap digunakan sebagai disinfektan benda-benda yang rentan terpapar virus corona. Misalnya saja uang hingga kendaraan seperti bus, seperti di China.
Dilansir Okezone dari BBC Indonesia, sinar UV sendiri ada pada matahari, yang mana seseorang disarankan untuk berjemur setiap pagi. Tahukah Anda? Di negara berkembang, sinar matahari sudah digunakan untuk mensterilkan air, bahkan direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Teknik ini dilakukan dengan menuangkan air ke gelas atau botol plastik bening, dan membiarkannya di bawah sinar matahari selama 6 jam. Cara itu diperkirakan bekerja dengan baik, karena UVA di bawah sinar matahari bereaksi dengan oksigen larut, demi menghasilkan molekul tidak stabil, seperti hidrogen peroksida. Yakni bahan aktif dalam banyak disinfektan rumah tangga, yang dapat merusak patogen.
Tanpa air, sinar matahari masih akan tetap membantu membersihkan permukaan. Tetapi mungkin butuh waktu lebih lama dari yang Anda kira.
Masalahnya adalah kita tidak tahu berapa lama, karena penelitian terkait virus corona baru masih terlalu dini.