SAAT pergi ke kantor tak sedikit orang mengandalkan jasa ojek online. Namun di tengah pandemi virus corona, mengharuskan seseorang untuk physical distancing dengan aktivitas Work From Home (WFH).
Tak pelak, karena banyak pekerja kantoran yang WFH, maka pendapatan pengemudi ojek online pun menurun. Pastinya dampak ini membuat mereka was-was.
Ketua Presidium Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Igun Wicaksono, mengungkapkan, pendapatan para pengemudi ojek online menurun sebesar 50 % dan dianggap akan terus menurun hingga 80%. Karena adanya kebijakan WFH untuk mengurangi penyebaran virus corona.
"Terlebih lagi, mereka harus tetap bekerja di lapangan demi memenuhi kebutuhan sehari-harinya, meski penyebaran virus corona terus terjadi," ungkapnya lewat keterangan tertulis yang diterima Okezone.
Dari contoh kasus itu, banyak selebriti juga berbagi komunitas ingin berbagi dengan pengemudi ojek online, agar kebutuhan mereka tetap terpenuhi. Sebagian bantuan nyata yang kerap dilakukan banyak kalangan saat ini adalah membelikan makanan untuk pengemudi ojek online, yang dipesan lewat aplikasi.
Misalnya, seseorang sengaja memesan makanan lewat aplikasi bukan untuk dirinya, namun untuk para pengemudi ojek online yang mendapatkan pesanan dari para donatur. Inisiasi tersebut sudah banyak dilakukan oleh kalangan selebriti, juga individu lainnya yang tergerak hatinya untuk saling membantu. Para pekerja kantoran yang kesehariannya menggunakan jasa layanan ride-hailing, agar dapat tetap menyisihkan ongkos transportasinya kepada mereka.
Country CEO Dentsu Aegis Network (DAN) Maya Watono mengatakan, di situasi pandemi corona COVID-19 seperti ini, sekarang waktunya sama-sama untuk merefleksikan diri.
"Berikan perhatian lebih kepada orang-orang yang berperan penting di kegiatan kita sehari-hari," terangnya.
Sejatinya gotong royong memang sudah menjadi ciri khas bangsa ini. Dalam keadaan pandemi corona COVID-19 seperti ini, masih banyak orang yang ingin tulus membantu.
(Martin Bagya Kertiyasa)