Senada dengan Wiwin, Bondan Setiaji yang bekerja sebagai pegawai swasta di Jakarta juga menilai bahwa penerapan pembatasan lift sebanyak 9 orang tidak berjalan terlalu efektif. Berbeda dengan Wiwin, Bondan sedikit tertolong karena ia datang ke tempat kerja pada jam siang.
Alhasil, Bondan tidak perlu menunggu antrean lift yang panjang, lantaran sebagian besar karyawan sudah berada di lantai kerjanya masing-masing. Tapi permasalahan lainnya dengan sistem social distancing dalam lift, para pengguna akan sedikit kesulitan ketika hendak memencet tombol.
Karenanya, tombol navigasi lift akan sulit untuk dijangkau, apalagi jika seseorang mendapatkan sisa space yang berada di ujung bagian dalam lift.
Meski demikian, Bondan mengapresiasi kebijakan yang dibuat oleh perusahannya dalam upaya melakukan pencegahan virus corona atau COVID-19. Setidaknya, aturan tersebut membuat para pengguna lift tidak saling berhadap-hadapan.
(Dewi Kurniasari)