Wabah Deman Berdarah Dengue (DBD) yang melanda wilayah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) tengah menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Ternyata wabah DBD ini bisa ditanggulangi dengan memelihara ikan cupang pada wadah yang tergenang air.
Melansir dari One Library, Selasa (10/3/2020), betta splendens regan atau dikenal dengan ikan cupang memiliki karakteristik biologis yang mendukung dalam pengendalian larva aedes aegypti-penyebab DBD secara domestik. Ikan jenis ini memiliki kemampuan mengonsumsi larva yang cukup tinggi.
Selain itu ikan cupang juga mampu bertahan hidup dalam waktu yang lama. Pada penelitian yang dilakukan, dalam wadah berisi dua liter air, ikan cupang mampu membunuh rata-rata 319 anopheles stephensi pupae (larva nyamuk anopheles) dalam satu hari.
Setelah lima minggu terus menerus dengan larva nyamuk Aides Aegypti dalam kondisi laboratorium, ikan cupang betina dapat memakan hingga 500 larva setiap harinya. Ikan cupang betina juga dapat bertahan pada konsenterasi air dengan 1,0 mg/l klorin dengan nyaman.
Bahkan 75 persen ikan cupang mampu bertahan pada air dengan konsenterasi klorin sebanyak 1,50 mg/l. Di Brasil, konsenterasi residu klorin dalam wadah domestik berkisar dari 0,50 hingga 2,00 mg/l.
(Foto : AP)