Jalan raya di dekat Istana Negara siang itu tampak ramai tak seperti biasanya. Gema suara yang terpantul dari alat pengeras terdengar begitu nyaring di telinga. Sekelompok pria berbaju coklat juga terlihat bersiaga di sisi jalan.
Kawasan ini memang menjadi salah satu lokasi langganan bagi peserta aksi untuk menyuarakan aspirasi mereka. Tak terkecuali bagi ribuan massa yang tergabung dalam aksi #GerakPerempuan. Di Hari Perempuan Internasional 2020 yang jatuh setiap 8 Maret, mereka kembali turun ke jalan.
Meski terik matahari menusuk tulang, massa aksi tetap bersuara lantang menuntut keadilan. Suasana semakin bertambah riuh ketika sesosok pria berjubah hitam turut bergabung ke dalam barisan.
Sekilas, penampilan pria itu menyerupai salah satu superhero besutan DC Comics. Selain mengenakan jubah hitam, dia menutupi wajahnya dengan topeng hitam. Sebuah lambang berbentuk kelelawar juga tersemat rapi di dadanya.
Okezone pun semakin tertarik untuk berbincang langsung dengan sosok misterius tersebut. Terlebih setelah melihat pesan pada poster yang ada di genggamannya. Isi pesan itu berbunyi, "Hey Government! Stop Mansplainning Woman With Your Policy!".
Kesempatan tersebut akhirnya datang ketika rombongan massa tiba di titik terakhir. Sosok pria berjubah hitam itu tampak memisahkan diri untuk beristirahat sejenak di bawah pepohonan rindang. Dan untuk pertama kalinya kami saling berkenalan. Dia adalah Margianta Surahman.
Teatrikalitas untuk perjuangan
Kepada Okezone, Margianta mengaku sengaja mengenakan kostum superhero dalam aksi-aksi yang memperjuangkan keadilan. Terutama menyangkut isu kesetaraan gender. Bahkan, sebelum mengikuti Women's March 2020, di tahun 2019, Margianta juga sempat menyita perhatian publik lantaran mengenakan kostum Darth Vader di tengah kerumunan massa.
"Tahun lalu saya memakai kostum Darth Vader. Kenapa? Karena tokoh ini awalnya baik, terus jadi jahat, dan baik lagi. Kami turun ke jalan ini karena percaya semua orang pada dasarnya baik, begitu juga dengan para pemangku kebijakan (pemerintah)," ujar Margianta.
"Kami ingin menyuarakan hal-hal baik supaya 'mereka' menjadi orang yang baik dan mengambil kebijakan yang baik juga. Terutama kebijakan yang adil gender dan melindungi kaum perempuan," timpalnya.