Perlu diingat pula bahwa kebiasaan menitipkan anak ini secara tidak langsung dapat memengaruhi kepercayaan diri anak. Karena tidak merasa dekat dan mendapatkan kasih sayang langsung dari orangtua mereka.
"Dampak negatifnya, anak akn merasa diabaikan dan anak akan tumbuh berkembang tanpa arahan. Syukur-syukur kalau mereka dapat lingkungan yang baik. Bagaimana kalau kebetulan anak berada di lingkungan yang kurang baik?," tegasnya.
Mei menegaskan bahwa investasi terbaik yang bisa diberikan orangtua kepada anak-anaknya, bukan sekadar uang atau materi, tetapi juga waktu yang berkualitas.
"Kalau materi, saya yakin semua orangtua bisa. Tapi kalau waktu, saya rasa sekarang jarang orangtua yang bisa memberikannya. Maka dari itu, saya selalu sampaikan saat mengisi parenting di TK dan SD, "Ayah bunda, bersabarlah 6 tahun ini (ketika anak masuk SD) berikan waktu Anda dan semua yang dapat Anda berikan ke anak," kata Mei.
"Karena saat mereka remaja (SMP) mereka sudah tidak butuh Anda. Anak remaja itu cenderung lebih memilih teman-temannya," timpalnya.
Untuk menyiasatinya, Mei mengatakan, bagi orangtua yang sibuk bekerja, tidak perlu khawatir bila mereka tidak dapat meluangkan banyak waktu untuk anak-anaknya. Karena yang terpenting adalah kualitas bukan kuantitas.
"Yang terpenting adalah kualitas. Kalau mereka sibuk bekerja, hari Sabtu dan Minggu harus menjadi sangat berkualitas bagi Anda dan anak. Berikan waktu yang sesaat itu dengan memberikan dan melakukan apapun bersama anak. Hadirlah bersama anak (artinya tubuh dan pikiran orantua harus bersama anak secara utuh," tutupnya.
(Helmi Ade Saputra)