Di detik-detik terakhir video TikTok nya, dokter Dagny tidak lupa mengingatkan semua orang untuk rajin mencuci tangan dan tidak menyentuh area mata, hidung, dan mulut serta tak lupa untuk segera mendapatkan vaksin flu. Menyudahi videonya, ia menganjurkan untuk tidak perlu panik dan tetaplah bersikap baik pada semua orang.
“Stop the panic and blame game and be kind,” tulisnya.
Di kolom komentar Instagram, dokter Dagny juga memaparkan fakta lainnya. Ia menuliskan pada faktanya di Amerika sendiri masyarakatnya lebih berpotensi 60 kali lebih tinggi meninggal karena virus flu biasa ketimbang virus korona baru.
Di keterangan yang sama, dokter Chinese-American ini juga mengingatkan publik untuk tidak perlu menyalahkan siapa-siapa atas kondisi saat ini, terlebih lagi menyalahkan orang-orang yang sudah menanggung beban berat karena penyakit ini.
“The unknown breeds fear. And fear breeds hate. I decided to dedicate my first real Tiktok video to spreading facts about the #coronavirus and countering the blatant racism I’ve seen. Outbreaks can happen anywhere (MERS was Saudi Arabia and H1N1 swine flu was North America). Let’s not point fingers at those who are already bearing the brunt of this disease. Here in the U.S, we are at 60x higher risk of dying from the flu than the coronavirus. #facts #bekind #coronavirus #prayforwuhan,” tulis dokter Dagny. Demikian seperti diwarta Nextshark, Kamis (6/2/2020).
(Helmi Ade Saputra)