Hari Kanker Sedunia, Kisah Hidup Bocah 7 Tahun Idap Kanker Otak di Banten

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Selasa 04 Februari 2020 18:15 WIB
Agnia, bocah penderita kanker otal asal Banten. (Foto: PPPA Daarul Quran)
Share :

DIVONIS menderita kanker otak, Agnia Salsabilla (7) mampu melewati ujian berat. Ia ditemani ibunya rutin menjalani sejumlah rangkaian pengobatan medis di rumah sakit.

Agnia divonis menderita kanker otak sejak 2017. Di usianya yang belia, Agnia telah ditinggal sang ayah. Sejak itu, bocah manis itu hanya tinggal bersama sang ibu, kakak dan adiknya.

Sempat terpukul saat mengetahui anak bungsunya menderita penyakit yang berbahaya, ibu Agnia, Ujoh, berupaya keras untuk membiayai pengobatan kanker otak sang anak tercinta.

Menjadi tulang punggung keluarga setelah ditinggal almarhum suaminya, Ujoh berusaha keras menjual kue keliling di sekitar rumahnya yang terletak di Desa Awilega, Koroncong, Pandeglang, Banten.

Tepat Hari Kanker Sedunia, layanan mustahik PPPA Daarul Qur’an terus berupaya memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan, seperti Agnia dan ibunya. Agnia dengan kondisinya sangat lemah, membutuhkan ambulance untuk mengantarnya pulang ke rumah, setelah dirawat di Rumah Sakit Kanker Dharmais.

Ujoh bisa bernapas lega setelah mendapatkan bantuan dari PPPA Daarul Quran, yang telah mengantar putrinya saat berobat dengan ambulance gratis.

"Semoga Daarul Quran dan semakin maju dan berkembang agar bisa banyak membantu orang-orang yang sedang kesulitan dan tidak mampu,” harap Ujoh yang tak kuasa menahan tangis saat menerima bantuan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya