MENJADI penari Jawa, Martini (50) punya banyak pengalaman berharga. Sampai akhirnya ia memutuskan menjadi guru tari demi melestarikan salah satu kesenian tradisional Tanah Air.
Martini sadar betul, musik dalam tarian Jawa begitu berarti untuk hidupnya. Dentuman gamelan menjadi nada dalam kehidupan yang membuat dirinya jauh lebih menghargai ketenangan dan kelembutan.
Sudah sejak kecil mendengar musik Jawa dan belajar tari Jawa klasik, membuat pribadi Martini sangat ayu. Meski begitu, ia mengaku sampai sekarang masih belajar untuk terus merendahkan hati di hadapan orang lain.
"Dari tarian Jawa, saya belajar banyak filosofi kehidupan dan itu yang coba saya bagian kepada murid-murid saya," ungkapnya, kepada Okezone, belum lama ini.
Martini begitu totalitas dalam mengajar. Ini berarti dirinya bukan hanya mengajarkan gerakan, tapi makna di balik itu semua. Banyak hal yang kemudian menjadi ilmu kehidupan baginya.
Sebut saja keikhlasan, kesabaran, rendah hati, perempuan yang mampu mengendalikan emosi negatif, selalu berpikir positif, dan tidak pernah merasa jadi yang paling hebat. Nilai kehidupan ini yang dirasakan Martini ia dapatkan dari menari Jawa klasik.
"Saya mengajarkan tari memang, tapi saya ingin nilai kehidupan yang terkandung di dalamnya, diterapkan anak murid saya di kehidupan sehari-hari," ungkapnya.