Namun Martini percaya bahwa saat di atas panggung, tidak ada yang namanya benar dan salah. "Yang ada itu momong atau tidak momong," sambungnya.
Perempuan yang menjadi pengajar tarian Jawa selama 25 tahun itu, meluruskan persepsi seputar penari Jawa yang keliru.
"Tidak ada itu yang namanya ritual-ritual sebelum kita tampil," sambungnya.
(Dewi Kurniasari)