Selain itu, menurut Martini, puasa dapat menjadi salah satu kunci kesuksesan seorang penari. Ajaran ini rupanya ia sebarkan juga kepada anak muridnya, salah satunya Komunitas Arkamaya Sukma.
Ia menjelaskan, ada persiapan penting lainnya yang dilakukan oleh penari Jawa sebelum pentas. Hal ini penting agar para penari tidak merasa dirinya paling benar, juga paling ingin diperhatikan. Sikap tersebut seharusnya tidak ditunjukan sang penari Jawa.
"Saat menari, akan ada momen kita melihat teman salah. Melihat itu kita sebagai penari jangan, kemudian merasa hebat dan merendahkan teman sendiri. Kita malah harus merangkulnya dan kembali menyatu dalam kesatuan," paparnya.
Maksudnya adalah sebagai satu kesatuan, setiap penari di atas panggung itu menjadi bagian yang sama. Makanya, ketika ada yang keliru, jangan pernah direndahkan atau merasa paling hebat.