Dilihat pada faktor lainnya, kaligrafi dapat berfungsi sebagai media untuk mengekspresikan diri. Teknik kaligrafi pun dikaitkan dengan seni ekspresi, yang dipandang sebagai nilai intrinsik untuk penulisan kaligrafi China.
Tidak heran, jika kaligrafi China memiliki dimensi sosial yang yang sangat penting, dan tidak bisa diabaikan begitu saja secara visualitas.
Para kritikus dan penikmat seni seringkali menyamakan kekuatan ekspresifnya dengan unsur-unsur dunia alami, dengan membandingkan pergerakan pola yang hanya berjalan sementara. Akan tetapi, kaligrafi China sangat melibatkan pada penekanan konfusianisme dalam kehidupan sosial, yang tidak dapat dipisahkan dari penekanan pada cara kerja alam.
Meskipun saat ini kaligrafi sering disajikan sebagai kegiatan tradisional, kaligrafi di China hadir dengan berbagai cara modern, yang hingga sampai saat ini masih selalu kerap muncul dan dipajang pada beberapa pameran tentang China modern.
Selain itu, banyak seniman mancanegara terlibat dan mempelajari budaya yang terkait dengan “tulisan indah” selama dua ribu tahun terakhir.
(Martin Bagya Kertiyasa)