Bukan di Yogyakarta, Kota Ini Tetapkan Angkringan sebagai Ikon

, Jurnalis
Minggu 26 Januari 2020 19:23 WIB
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Share :

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Klaten, Bambang Sigit Sinugroho, menjelaskan angkringan atau hik selama ini sudah diakui diciptakan oleh warga Klaten. Guna menegaskan hal itu, sejak empat tahun terakhir Pemkab Klaten menggulirkan kegiatan festival angkringan atau hik. Festival itu digulirkan bersamaan peringatan Hari Jadi Klaten.

Bambang Sigit Sinugroho menjelaskan, festival itu awalnya dikelola melalui Disdagkop dan UKM. Kegiatan digulirkan di sepanjang Jl. Pemuda dengan menggelar puluhan hingga ratusan warung angkringan di sepanjang jalan dan warga bisa menikmati hidangan secara gratis.

Mulai 2019, festival itu dikelola melalui Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten. “Kali terakhir [pada 2018] jumlah warung hik ada 200 warung. Ini menjadi bentuk dukungan kami dan menunjukkan bahwa hik itu berasal dari Klaten,” jelas Bambang.

Kabid Pariwisata Disparbudpora Klaten, Ety Pusparini, menjelaskan festival angkringan tetap bergulir pada 2019 dan 2020. Bahkan, festival yang kini diberi nama gelar angkringan itu sudah masuk kalender even pariwisata Jawa Tengah. “Dalam berbagai event kami kerap menampilkan angkringan,” jelas Ety Pusparini.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya