Bahkan dia sempat mengalami sebuah insiden yang nyaris membuat kedai tahunya tutup.
"Waktu itu bahan makanan yang datang kualitasnya tidak sesuai standar. Hasilnya jelek banget. Aku udah protes, tapi malah ada yang bilang kedai aku kena 'guna-guna' padahal belum genap satu bulan beroperasi," ungkap Amanda sembari tertawa lepas.
Bak durian runtuh, kedai tahu gorengnya tiba-tiba viral di media sosial dan langsung ramai dikunjungi pembeli. Kini, dalam sehari Amanda bisa menjual kurang lebih 2.000 butir tahu goreng.
"Tadi sore udah 1.600 tahu yang laku. Padahal kedai masih buka sampai jam 10 malam nanti. Ya mudah-mudahan ini jadi berkah. Kalau tidak berhalangan aku memang berencana mau buka bisnis baru. Rencananya mau buka restoran kecil-kecilan," tandasnya.
(Helmi Ade Saputra)