Mengenal Aritmia, Penyakit Jantung yang Tak Kenal Usia

Mas Haidar, Jurnalis
Kamis 23 Januari 2020 20:14 WIB
Ilustrasi. (Readersdigest)
Share :

Senada, Spesialis Jantung dr Sunu Budhi Raharjo, PhD, SpJP (K), menjelaskan, ada beberapa faktor risiko yang harus dihindari untuk mencegah aritmia. Gaya hidup sehat dan stres berlebihan menjadi faktor yang mengakibatkan aritmia.

Sayangnya, gaya hidup anak muda zaman sekarang selalu berkutat dengan stres dan gaya hidupnya tidak sehat.

Lifestyle harus ditekankan, gaya hidup seperti malas berolahraga harus ditinggalkan, jika tidak bisa meningkatkan risiko aritmia,” ujar Dokter Sunu.

Sementara itu, aritmia mengakibatkan jantung berdetak lebih cepat atau lebih lambat dari semestinya. Biasanya aritmia menyerang orang berusia lanjut, namun anak muda juga bisa terkena jika pola hidupnya tidak sehat.

Normalnya jantung berdenyut 50-90 kali per menit, saat denyut jantung lebih cepat, akan berdetak hingga 200 kali per menit. Sementara jika denyut jantung melambat, akan berdetak 40 kali per menit.

(Dewi Kurniasari)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya