Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dikabarkan akan segera menarik subsidi gas elpiji 3 kg, pada pertengahan tahun nanti. Bila sebelumnya tabung gas elpiji 3 kg dibanderol seharga Rp18 ribu, harganya nanti akan menyentuh Rp35 ribu per tabung.
Hal ini rupanya memicu pro dan kontra di kalangan masyarakat Indonesia. Tak sedikit yang mempertanyakan nasib masyarakat miskin akibat dampak dari kebijakan kenaikan harga gas elpiji tersebut.
Wacana kenaikan gas elpiji 3 kg ini pun berhasil menarik perhatian Pakar Kuliner Indonesia, Sisca Soewitomo. "Loh? Kapan naiknya? Atau sudah naik toh?," ujar Sisca Soewitomo saat dimintai tanggapan oleh Okezone via sambungan telepon, Kamis (16/1/2020).
Sebagai salah satu pelaku bisnis kuliner yang masih aktif hingga saat ini, wajar bila Sisca merasa terkejut mendengar wacana kenaikan gas elpiji tersebut. Bagaimana tidak, kenaikan harga ini tentu akan memengaruhi bisnis makanan yang telah ia rintis, maupun biaya yang harus ia keluarkan untuk kebutuhan memasak sehari-hari.