Sindrom metabolic ini membuat seseorang lima kali lebih berpotensi mengalami diabetes tipe 2 dan dua kali lipat berisiko terkena penyakit kardiovaskular dalam kurun lima tahun. Sampai sekarang semua dokter menyarankan seseorang lebih banyak berolahraga dan lebih sedikit mengonsumsi kalori, namun hal tersebut belum berhasil.
Dalam studi percontohan para peserta membatasi jam makan mereka di bawah 11 jam selama 12 minggu. Mereka mengurangi asupan kalori hampir sembilan persen dan sukses kehilangan rata-rata tiga persen dari berat badan mereka. Mereka juga mengaku dapat tidur lebih nyenyak dan mampu memperbaiki sindrom metabolic menjadi diabetes.
Satu kelompok yang terdiri dari beberapa peserta berhasil mengurangi lemak perut mereka sebanyak tiga persen. Para peneliti mengingatkan bahwa cara ini hanyalah studi kecil. Namun Anda tak perlu khawatir, pasalnya studi besar sedang dilakukan saat ini.
(Utami Evi Riyani)