ANDA tentu masih ingat dengan kisah perempuan asal Wonogiri yang menikahi bule ganteng asal Selandia Baru. Fenomena bule nikah dengan orang lokal memang sudah lama terjadi dikalangan masyarakat Indonesia.
Ada beberapa alasan mengapa bule suka sama kulit orang Indonesia. Nah, alasan-alasan tersebut bisa mengubah pandangan Anda mengenai kulit cokelat, sawo matang, dan warna-warna kulit eksotis lainnya. Penasaran? berikut ulasan lengkapnya, sebagaimana dilansir Okezone dari berbagai sumber, Sabtu (7/12/2019).
Kulit eksotis identik dengan orang kaya
Sebagian besar bule yang tinggal di benua Eropa berasumsi, orang berkulit lebih gelap atau eksotis diyakini memiliki kondisi finansial yang baik alias orang kaya. Apa alasannya? Orang-orang berkulit gelap dianggap memiliki lebih banyak uang dan waktu luang untuk berjemur di pantai, atau menyambangi objek wisata lainnya hingga kulit mereka menjadi gelap.
Kulit eksotis dinilai lebih sehat
Tak sedikit bule yang beranggapan bahwa kulit berwarna cokelat dan eksotis adalah kulit yang sehat. Kenapa? Karena dengan berjemur di bawah paparan sinar matahari, maka kebutuhan vitamin D pada tubuh akan terpenuhi. Padahal, sebagian besar orang Indonesia terlahir dengan warna kulit sawo matang.
Semakin gelap semakin seksi
Kulit berwarna gelap juga dinilai akan memberi kesan seksi, cantik, dan eksotis. Anggapan ini tentu ada benarnya. Lihat saja perempuan-perempuan Indonesia yang terlihat cantik dan mempesona dengan tampilan kulit berwarna sawo matang.