Gara-Gara 600 Ribu Dokter Ilegal, Ribuan Anak Positif HIV AIDS

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Kamis 05 Desember 2019 11:50 WIB
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Share :

Tidak hanya masyarakat, pihak sekolah pun menyarankan agar anak dengan HIV positif tidak terlihat ada di sekitar sekolah. Sekali lagi, dengan alasan takut menularkan penyakit HIV ke anak lain.

Pemerintah mengeluarkan pernyataan bahwa HIV menjadi wabah yang mesti diwaspadai seiring dengan fakta pasien yang terus bertambah. Di sisi lain, seorang dokter bernama Fatima Mir memberikan pernyataan mengenai kondisi kota tersebut.

"Masyarakat di sana panik massal. Diagnosa HIV diartikan dengan kematian, mereka merasa anak-anak ini akan mati hanya dalam waktu beberapa hari," ungkapnya.

Fakta menjelaskan, Pakistan merupakan salah satu dari 11 negara dengan pasien HIV terbanyak di dunia. Data ini dikeluarkan PBB pada Juli 2019. Nahas, kurang dari separuh pasien tak menyadari penyakit yang mereka derita. Kasus penyakit itu meningkat hampir dua kali lipat sejak 2010, menjadi 160.000 kasus.

Pakistan diketahui memiliki tingkat injeksi per kapita tertinggi di dunia dan 95 persen di antaranya tidak dibutuhkan. Hal ini dianggap menjadi salah satu faktor risiko penyebaran HIV di negara tersebut.

Seperti yang diterangkan Menteri Kesehatan Pakistan Azra Pechuho, injeksi tersebut merupakan faktor penyebab tertinggi bagi penyebaran penyakit yang menular lewat darah seperti Hepatitis C dan HIV/AIDS. "Kami akan mengatasi masalah ini secara efektif," janji Menteri Pechuho.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya