Di Jakarta, Didi dan teman-temannya tinggal di kawasan Slipi, Palmerah, Jakarta Selatan. Mereka rutin mengamen di sekitaran bundaran Slipi dan trotoar-trotoar jalanan untuk memenuhi kehidupan sehari-hari, dan dari situlah nama Kempot diambil.
Kepiawaan Didi dalam menciptakan lagu memang tidak perlu diragukan lagi. Ia berasal dari keluarga seniman daerah yang sangat menjunjung nilai-nilai kebudayaan lokal.
Kakak pertama Didi, alm. Mamiek bahkan lebih dulu menembus dunia hiburan Indonesia. Ia tergabung dalam kelompok pelawak Srimulat.
Dari Mamiek lah Didi banyak belajar untuk menjadi seorang seniman yang baik. Sang kakak juga tidak pernah berhenti mendukung keputusan Didi yang memilih menjadi pengamen di awal masa kariernya.
"Saat saya masih ngamen di pinggir jalan, kakak saya sudah jadi artis. Tapi beliau selalu mendukung dan memberikan doa terbaik kepada saya," ungkap Didi.