PROSES kelahiran adalah sebuah momen di mana seorang ibu harus bertaruh nyawa, agar bisa membawa si kecil tiba di dunia. Perlu persiapan yang sangat matang menjelang kelahiran tersebut, apalagi jika sudah ada tanda-tanda komplikasi sebelum melahirkan.
Oleh karena itu, peran suami untuk mendampingi istri yang kehamilannya bermasalah sangatlah penting. Dengan dukungan suami, ibu hamil dapat menghadapi masalah kehamilan tanpa stres berlebih. Cerita berbeda datang dari seorang pria asal Amerika Serikat.
Pria bernama Steve Curto itu tak hanya menunjukkan dukungan terhadap istrinya yang menghadapi masalah saat kehamilan, melainkan juga kesetiaan mendalam. Sang istri, Camre Curto, mengalami stroke pada saat melahirkan buah hati mereka karena preeklampsia yang dialami pada trimester ketiga.
Semula, Camre tidak menghadapi masalah apapun di masa kehamilannya, namun pada saat usia kandungannya memasuki trimester ketiga, ia mulai sering muntah. Suatu hari ketika di usia kehamilan 33 minggu, dirinya mengalami pembengkakan di tenggorokan dan kesulitan bernafas.
Begitu berada di ruang gawat darurat, Camre mengalami kejang grand mal. Hal tersebut membuat dia harus melahirkan melalui operasi caesar darurat. Ketika itu, berat bayinya yang diberi nama Gavin hanya 1,8 kg.
Seusai menjalani operasi, dokter mengatakan Camre mengalami preeklampsia yang tidak terdiagnosis. Preeklampsia yang dialaminya terbilang berat bahkan sudah berkembang ke arah eklampsia. Dia pun mengalami koma yang diinduksi secara medis.
Masalah yang datang tak berhenti sampai di situ. Ketika sang istri tersadar dari koma, Steve mengetahui ada sesuatu yang tidak beres.
"Camre tidak tahu siapa dirinya atau bahwa dia telah melahirkan. Dia juga tidak tahu siapa saya atau siapa orang tuanya," ujar Steve seperti yang Okezone kutip dari Independent.