Terkait dengan orientasi seksual para crosshijaber ini yang mengaku heteroseksual, Mei meragukan hal tersebut. Sebab, pada dasarnya tidak ada laki-laki yang mau mengenakan sepatu perempuan atau pakaian perempuan, bahkan sampai mengenakan hijab.
"Mereka seperti tidak mengakui siapa mereka dan berusaha bersembunyi di balik pakaian. Sebab, laki-laki heteroseksual nggak akan dan tidak tertarik untuk berpakaian layaknya perempuan, ini bukan masalah hijaber-nya," papar Mei.
"Aku yakin ini bukan laki-laki heteroseksual. Kalau bukan karena orientasi seksual, berarti ada maksud lain di balik perilakunya. Sebab, kalau hanya sekadar suka, maka ada masalah dari cara berpikir. Jelas ini penyimpangan," sambungnya.
Mei menyarankan agar masyarakat bersikap lebih hati-hati sekarang. Masyarakat tidak boleh membiarkan hal ini berkembang. Bagi Mei, ini bukan masalah suka atau tidak, pun hak pribadi dalam berekspresi, karena penyimpangan tetap saja penyimpangan, tidak ada pembenaran.
Ditambah lagi, para crosshijaber ini sampai masuk toilet dan masjid dan berada di saf perempuan. Tentu ini tidak dibenarkan, karena mereka ini sudah masuk ke ranah pribadi perempuan di tempat umum.
(Utami Evi Riyani)