Setelah itu, dr Aru juga menjelaskan, keberadaan zat nitrosamine yang ada di Ranitidin injeksi itu karena alasan kecerobohan produksi.
"Ini efek dari kontaminasi. Ini kecelakaan produksi. Zat tersebut bukan kandungan yang ada di dalam obat. Ranitidin itu aman. Meski begitu, ini adalah teguran untuk produsen agar lebih berhati-hati. Ini keteledoran produksi," tegasnya.
(Helmi Ade Saputra)