“Saya pilih batik yang memang warnanya mencerminkan anak-anak. Pilihnya bukan warna coklat karena mereka mungkin merasa itu tua. Jadi batiknya berwarna cerah, kayak pink atau biru yang warnanya anak-anak banget biar mereka merasa batik adalah pakaian sehari-hari,” ungkap Angie.
Pilihan Angie untuk membiasakan anak-anaknya sejak kecil memakai berbuah manis. Kedua anaknya tidak pernah merasa batik adalah pakaian yang kuno. Bahkan anak perempuannya sering kali ingin memakai batik yang model dan motifnya sama.
“Kalau saya punya batik yang menurutnya bagus tapi dia enggak punya, dia protes mau juga. Jadinya kita sering berburu batik bersama, atau kalau enggak custom ke desainer,” ujar Angie.