Ia mengakui jika pihaknya selalu melatih bagaimana petugas gizi memberdayakan keluarga agar memahami bagaimana asupan makanan yang baik yang layak dikonsumsi sehingga cukup gizi bagi keluarga.
"Faktor lainnya disebabkan penyakit infeksi. Sementara penyakit itu sangat dipengaruhi kesehatan lingkungan," cetusnya.
Mantan Kadinkes Kabupaten Kapuas Hulu itu mencontohkan akses keluarga terhadap air bersih. Jika air bersih kurang, maka anak bisa rentan terkena penyakit.
"Misalnya terkena diare, jika sering sakit, maka anak itu bisa mengalami gizi kurang,” tegasnya.
Terkait kesehatan lingkungan, berkaitan dengan akses pada sanitasi terutama yang tidak baik juga bisa menjadi penyebab sumber penyakit. Ia pun mengakui daerah-daerah di Kalbar yang angka gizi buruk dan gizi kurang tinggi berkaitan dengan akses air bersih dan sanitasi yang belum baik.
“Sangat berhubungan dengan kesehatan lingkungan yang tidak begitu baik, termasuk pola asuh anak,” katanya lagi.
Kembali dijelaskannya, pemerintah kabupaten/kota berperan sangat besar untuk memperbaiki kualitas air dan sanitasi.