Fatalnya lagi, ketersediaan ambulance untuk menolong pasien darurat kurang memadai. Untuk saat ini, banyak ambulance yang fungsinya sekedar until transportasi saja.
Mestinya, menurut dr Supriyantoro, ambulance harus dilengkapi dengan alat kesehatan yang lengkap. Sehingga kondisi pasien langsung stabil saat menuju ke faskes.
"Case by case, di era JKN-KIS ini sering terjadi keterlambatan dalam menolong pasien. Di sejumlah daerah, perbandingan yang kurang itu ICU atau ruang gawat darurat. Rujukan antar rumah sakit juga kurang. Seringnya tidak seimbang sama kebutuhan pasien. Makanya kita buat pelatihan untuk memperbaiki semuanya yang melibatkan masyarakat," pungkasnya.
(Dinno Baskoro)