Peran Kakek Nenek saat Berikan ASI Eksklusif Sangat Dibutuhkan Lho Moms

Dewi Kania, Jurnalis
Kamis 29 Agustus 2019 15:41 WIB
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Share :

Keberhasilan pemberian ASI eksklusif tentu harus melibatkan keluarga besar. Ibu menyusui sangat butuh dukungan dari ayah, kakek dan nenek si kecil.

Ketika ibu bekerja misalnya, anak selalu dititipkan pada kakek dan nenek di rumah. Padahal si kecil masi bayi dan masih membutuhkan ASI eksklusif.

Anda pasti meninggalkan stok ASI perah di rumah untuk diberikan pada si kecil. Nah, kakek dan neneklah yang berperan besar membantu memberikan ASI kepada sang cucu.

Sayangnya, belum banyak kakek dan nenek yang paham dengan hal itu. Tak mau repot, malahan menyuruh ganti asupan susu kaleng.

 

Ibu mana yang tak pedih melihat hal itu terjadi ya. Padahal ASI eksklusif sangat dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang si kecil.

Pakar ASI dr Utami Roesli, SpA, IBCLC, IPABM mengatakan, tekanan dari mertua saat memberikan ASI eksklusif sangat berpengaruh. Padahal penelitian menyebutkan, salah satu metode keberhasilan menyusui, ternyata dipengaruhi oleh peran kakek dan nenek.

"Faktanya kedekatan mertua dan menantu ini seperti ada batas. Kakek dan nenek pasti sayang cucunya, sehingga maunya banyak. Misalnya selalu dibilang ASI enggak cukuplah, kasih susu kaleng biar anak kenyang, dan sebagainya. Hal ini pasti bikin ibu menyusui down," tutur dr Utami dalam seminarnya di Balai Kota Jakarta, Kamis (29/8/2019).

Padahal, sambung dr Utami, dukungan keluarga besar dapat meningkatkan hormon oksitosin pada ibu menyusui. Hormon tersebut terbukti mengalirkan ASI dengan deras dengan sendirinya.

Hormon kasih sayang ini akan berkurang kalau ibu menyusui merasa tidak nyaman. Produk ASI eksklusif bisa tersendat karena dilanda stres.

"Maka kakek dan nenek harus terlibat, menolong menantunya misalnya dikasih lebih banyak istirahat. Pikiran harus nyaman, jangan dibebani dengan ucapan-ucapan yang menyinggung," terang dr Utami.

Begitu juga dengan peran suami, ketika istri diberikan semangat atau hal sederhana yang menyenangkan saat menyusui bayi, pasti akan gembira. Produksi hormon oksitoksin pun akan melimpah, sehingga ASI bisa mengalir deras.

"Urusan ASI juga butuh peran suami. Karena ASI itu hak bayi dan Ibu. Mudah kok, senangkan hati istri misalnya dengan membawa makanan kesukaan atau mengelus-elus tubuhnya saat menyusui," imbuh dr Utami.

Bahkan di masa kehamilan, Anda dan keluarga besar juga harus rajin konsultasi masalah ASI. Gali Informasi sebanyak mungkin agar tidak salah kaprah.

"Saat hamil ikutlah kelas ASI, kegiatan ini banyak diadakan di rumah sakit atau dengan komunitas. Seminggu dua kali untuk cari informasi tentang menyusui. Pasti lama-lama ingat dan menyusui bayinya saat lahir akan mudah berhasil," simpulnya.

(Utami Evi Riyani)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya