"Maka kakek dan nenek harus terlibat, menolong menantunya misalnya dikasih lebih banyak istirahat. Pikiran harus nyaman, jangan dibebani dengan ucapan-ucapan yang menyinggung," terang dr Utami.
Begitu juga dengan peran suami, ketika istri diberikan semangat atau hal sederhana yang menyenangkan saat menyusui bayi, pasti akan gembira. Produksi hormon oksitoksin pun akan melimpah, sehingga ASI bisa mengalir deras.
"Urusan ASI juga butuh peran suami. Karena ASI itu hak bayi dan Ibu. Mudah kok, senangkan hati istri misalnya dengan membawa makanan kesukaan atau mengelus-elus tubuhnya saat menyusui," imbuh dr Utami.