“Pemeriksaan genetik nutrigenomik perlu dilakukan untuk mengetahui nutrisi yang tepat bagi pasien. Ini adalah semacam blueprint untuk mencegah pasien terkena penyakit seperti hipertensi, diabetes, dan stroke,” jelas dr Win.
Dirinya menambahkan, untuk melakukan pemeriksaan nutrigenomik ini pasien hanya tinggal datang ke rumah sakit dan berkonsultasi dengan dokter gizi. Selanjutnya pasien akan diarahkan untuk menjalani tes laboratorium.
Sampel yang akan diambil oleh pasien untuk analisis adalah air liur atau saliva. Hasil laboratorium keluar kurang lebih tujuh hari. Kelebihan lainnya adalah pasien hanya perlu melakukan tes ini sekali seumur hidup.
“Hasil tes itu sudah bisa menjadi panduan seumur hidup bagi pasien sebab pola gambaran mapping gen sudah terbawa sejak lahir. Dengan mengetahui zat-zat gizi yang bisa mengekspresikan atau menurunkan gen-gen yang berisiko menyebabkan penyakit, maka bisa diatur pola makan yang tepat serta jenis olahraganya,” tutur dokter yang juga Ketua Organisasi Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia Cabang Jakarta itu.