Viral Sampah Indonesia Kotori Pantai Thailand, Sudah Menyebabkan Kematian!

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis
Selasa 13 Agustus 2019 10:06 WIB
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Share :

Sebabkan Kematian

Selain sampah-sampah plastik, Ivana dan warga lokal juga menemukan seekor penyu yang mati dengan kondisi tubuh terlilit sampah. Ia pun merasa tertegun melihat pemandangan tersebut.

Pasalnya, selama ini, Ivana hanya menyaksikan pemandangan seperti itu di media sosial dan tayangan televisi. Ironisnya, hewan tersebut mati di atas tumpukan sampah-sampah plastik asal Indonesia.

"Butuh waktu dan tenaga banyak untuk membersihkan sampah-sampah ini, pun masih menyisakan mikro plastik. Sedangkan mikro plastik yang masih ada di lautan itu jadi konsumsi hewan-hewan laut, dan hewan-hewan laut itu juga yang jadi konsumsi di meja makan kita," ungkap Ivana.

Tidak banyak yang bisa ia lakukan selain membagikan berita buruk ini. Semacam tamparan keras bagi masyarakat Indonesia agar lebih memperhatikan lagi isu lingkungan, khususnya persoalan sampah plastik sekali pakai.

"Aku sangat malu, berkali-kali aku meminta maaf pada masyarakat yang kutemui di pantai ini dan aku tahu kata maaf tidak cukup," kata Ivana.

View this post on Instagram

• SAMPAH KITA NYASAR DI NEGERI ORANG! Sudah beberapa hari masyarakat di Phuket, Thailand secara sukarela membersihkan sampah di pantai. Musim hujan angin telah membawa sampah-sampah itu ke sini. Yang mengejutkan (dan tentu memalukan) bagiku adalah sebagian besar sampah yang bisa kuidentifikasi datang dari Indonesia! Sebagian besar! Entah sudah berapa tahun sampah itu mengambang di lautan. Ada juga hewan yang mati terdampar dengan sampah terlilit di tubuhnya. Aku percaya teman-teman sudah sering melihat gambar serupa, hari ini mataku menyaksikan sendiri hewan-hewan yang mati itu dengan sampah di sekelilingnya dari negeri kita yang datang bermil-mil jauhnya. Butuh waktu dan tenaga banyak untuk membersihkan sampah-sampah ini, pun masih menyisahkan mikro plastik. Sedangkan mikro plastik yang masih lautan itu jadi konsumsi hewan-hewan laut, dan hewan-hewan laut itu juga yang jadi konsumsi di meja makan kita. Tak banyak yang bisa kulakukan selain membagikan berita buruk ini, sebuah tamparan bagi kita semua. Aku sangat malu, berkali-kali aku meminta maaf pada masyarakat yang kutemui di pantai ini dan aku tahu kata maaf tidak cukup. Semoga kita terus belajar bertanggung jawab, mungkin kita belum bisa berbuat sesuatu yang berarti tapi aku percaya kita selalu bisa memulai sesuatu dari diri kita sendiri. Nai Yang Beach, Phuket, Thailand, 11 Agustus 2019

A post shared by ivana (@ivana_kurniawati) on

"Semoga kita terus belajar bertanggung jawab, mungkin kita belum bisa berbuat sesuatu yang berarti. Tapi aku percaya kita selalu bisa memulai sesuatu dari kita sendiri," pungkasnya.

Melihat unggahan Ivana yang viral di berbagai media sosial, netizen Indonesia pun turut berkomentar. Namun kali ini, mereka terbagi menjadi dua kubu. Ada yang setuju dan prihatin seperti Ivana, ada juga yang mempertanyakan lebih dalam tentang asal usul sampah-sampah itu.

"Tolong dikroscek dulu, di Thailand banyak toko yang jual produk Indonesia Raya tercinta. Yang beli bukan cuman orang Indonesia, jangan main hajar orang Indonesia penyebabnya.. please," tulis akun @galihpurwandaruu.

Okezone tergelitik untuk menelusuri keberadaan toko-toko maupun restoran yang menjual kuliner khas Indonesia. Hasil penelusuran kami, ternyata hanya ada satu restoran Indonesia di kawasan Phuket, Thailand. Restoran itu bernama Nuri's Restaurant.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya