Pernikahan Ahmad dengan Fatimah dikaruniai anak sebanyak empat orang. Meskipun demikian, Ahmad tidak ingin mengganggu kebutuhan sang anak. Oleh sebab itu Ia bersikeras menjual ikan asin karena tidak ingin menjadi "beban" bagi para anak-anaknya.
Menurut sebuah berita harian, Ahmad hanya menjual RM0,50 atau setara Rp1.700 setiap bungkus ikan asin dan harus menghabiskan sekitar RM30 atau setara Rp102 ribu untuk ongkos pulang pergi setiap hari.
"Saya harus pergi ke daerah Sentral Melaka untuk menjual ikan asin seharga RM10 atau setara Rp34 ribu untuk empat paket karena pembeli di sana lebih menguntungkan daripada di tempat lain," tutur Ahmad.
Yang memprihatinkan, Ahmad juga memiliki masalah medis pada tubuhnya. Ia didiagnosis menderita hipertensi dan diabetes. Ia pun mengaku rutin mengonsumsi obat agar dapat menjaga kesehatannya. Untungnya dalam beberapa hari terakhir, ia mendapatkan penghasilan yang cukup baik.
"Kadang-kadang, saya menghasilkan lebih banyak ketika mendapat pembeli seorang pelanggan terkenal di sini (Melaka Sentral) mencari saya untuk memesan ikan asin untuk Hari Thanksgiving dan resepsi pernikahan,” tuntasnya.
(Helmi Ade Saputra)