"Ya dari program ini, sekarang kami menggunakan bibit kopi yang berkualitas dan sudah tersertifikasi. Selain itu kami juga telah memasang alat khusus untuk mengecek kondisi tanaman dan cuaca," jelas Eddy.
"Jadi nanti ketika pohon kopinya tidak tumbuh dengan maksimal, atau cuaca tiba-tiba berubah drastis, bisa langsung dilakukan tindakan preventif," timpalnya.
Program ini digadang-gadang akan terus dikembangkan seiring dengan target Pemkab dalam membuka lahan kopi seluas 5.000 hektar. Sebagai pendukung Eddy juga berencana meluncurkan sekolah kopi untuk memaksimalkan industri kopi Dairi.
Konsep yang diusung terbilang unik. Kurikulum pelajarannya nanti akan difokuskan tentang kopi, hingga ilmu-ilmu dasar untuk menjadi seorang barista profesional.
"Kami juga mau membuat franchise kopi Sidikalang, jadi bisa membuka peluang untuk milenial yang ingin menjadi entrepreneur," tukas Eddy.
(Dinno Baskoro)