Seperti dijelaskan oleh Faiza Miranti, dari Revlon Indonesia, penerapan teknologi anti-blue light ini pada dasarnya adalah sebagai jawaban atas kebutuhan make-up untuk kaum Hawa, yang ingin tampil cantik setiap waktu sekaligus tren selfie yang masih ramai terjadi di kalangan masyarakat urban di kota-kota besar.
“Bahwa perempuan saat ini tidak terpisahkan dari gadget untuk terkoneksi dengan internet secara intensif setiap harinya. Kebutuhannya bukan hanya cantik tapi juga proteksi, karena itu disertakan anti-Blue Light yang berfungsi untuk melindungi kulit dari paparan berbahaya sinar matahari dan layar perangkat digital ya handphone, laptop, tablet, dan lainnya. Sekaligus kita membaca tren kalau banyak orang suka selfie, selain aktivitas apapun kita lalukan menggunakan gadget,” papar Faiza, saat ditemui Okezone, Rabu (17/7/2019) dalam gelaran “ Launching Revlon PhotoReady Candid” di bilangan Senopati, Jakarta Selatan.
Untuk mendapatkan perlindungan maksimal anti-blue light tersebut. Dijelaskan lebih lanjut, idealnya memang dalam satu kali pengaplikasian, teknologi anti-blue light ini bisa menjadi proteksi selama delapan jam.
“Proteksi anti-blue light ini standarnya sih sampai delapan jam. Tapi balik lagi, tergantung jenis kegiatan masing-masing orang seperti apa. Saran saya sih retouch tetap perlu,” tutup Faiza.
(Dinno Baskoro)