Lebih lanjut, Hao menjelaskan, metode 'pencurian' yang dilakukan tuyul-tuyul ini pun sebetulnya tidak seperti yang ditampilkan film-film di televisi.
"Mereka enggak langsung ngambil uang. Misalnya ada yang naruh uang Rp1 juta di dalam lemari. Mereka ngambilnya per lembar dari depan gerbang rumah. Istilah kekiniannya seperti sedang download file di internetlah," tambahnya.
Hao mengatakan, orang awam pun sebetulnya bisa mengetahui ciri-ciri orang yang menjalani kontrak pesugihan dengan para tuyul. Paling sederhana adalah dengan memerhatikan seseorang yang gerak-geriknya terlihat mencurigakan.
"Kalau ada bapak-bapak atau ibu-ibu menaruh salah satu lengannya di belakang punggung, kemungkinan mereka sedang menggendong tuyul. Biasanya mereka muter-muter komplek atau perkampungan untuk mencari mangsa yang tepat," tukasnya.
(Utami Evi Riyani)